Pakai Embel – embel Produk UMKM Serta Catut Nama Wakil Bupati Pati, PT BKR Berikan Janji Manis Kepada Mitra Usahanya

Pati – Kilaspersada.com, Dengan mencatut nama wakil bupati atau orang nomer dua di kabupaten ini, PT BKR (Badan Kemitraan Rakyat) mengelabuhi mitranya dengan janji akan di bangunkan Tomira mart beserta isinya dengan sesuai perjanjian – perjanjian yang telah disepakati.

Kantor PT BKR (Badan Kemitraan Rakyat)


Kurang lebih di Kabupaten Pati ada 30 Mitra yang tergabung bekerja sama dengan PT BKR, Janji manis yang disepakati kini bangunannya yang belum tuntas dan rata – rata pembangunan sudah sampai 30 – 80 persen. Akan tetapi sudah beberapa bulan ini,pembangunan PT BKR yang diberi nama tomiramart kini berhenti tidak tau sebab.


Pembangunan TomiraMart yang sudah terbangun di berbagai kecamatan yang ada di kabupaten ini mangkrak, kurang lebih sudah 2-3 bulan ini terlihat mangkrak belum ada tanda – tanda akan mulai pembangunannya lagi.


Mitra yang kesal dan kecewa seakan akan akan meluapkan amarahnya kepada pihak pemberi janji atau pihak BKR, karena ingkar janji. Pada Minggu kemarin Para mitra di undang oleh pihak management BKR untuk menyampaikan keluhkesahnya kepada management BKR. Al hasil belum ada titik terang karena Direktur utama BKR belum bisa datang di rapat undangan karena perjalanan macet.


Semakin runcam dan rame ketika mitra mendengar direktur BKR belum bisa hadir. Ketika di hubungi dengan video call, Direktur BKR menyampaikan bahwa pihaknya sampai kota Pati kurang lebih malam hari. Akhirnya para mitra membuat tim kecil untuk perwakilan menemui direktur tersebut pada malam hari seketika sampai Pati.


Setelah ketemu direktur BKR, Para mitra menanyakan tentang program – program janjinya. Dan Direktur BKR menjawab dengan sekuat tenaga bahwa pihaknya akan bertanggung jawab dan akan meneruskan pembangunan Tomira sesuai yang sudah disepakati.


“Dengan mencatut nama wakil bupati, Saiful Arifin saat di hubungi awak media melalui telepon bahwa pihaknya tidak mengetahui kalau namanya di buat nama untuk melakukan aksi tersebut. Saya senang mas, dan saya dukung, ketika ada pelaku usaha yang masuk ke kota Pati untuk memajukan kota Pati dengan produk UMKM. Akan tetapi kalau menyangkut dan membawa nama saya kok buat meluluskan izin atau buat gimana-gimana itu tidak benar”, tegas dengan jelas Saiful Arifin kepada awak media.


Saiful Arifin juga menyampaikan saat di hubungi, bahwa apabila ada pihak – pihak atau mitra yang merasa di rugikan segeralah cepat melapor kepada petugas yang berwajib, agar permasalahannya cepat teratasi.


Terpisah, Sampai saat ini, dalam pembangunan Tomiramart PT BKR memakai rekanan pihak ke tiga atau kontraktor. Dan sampai saat ini para kontraktor juga mengeluh kesah karena kewajibannya belum di bayar sama PT BKR.


Seperti halnya kontraktor asal bungas Rejo “Mbah Jani” saat dimintai keterangan apabila pembangunnya yang sesuai perjanjian harus sudah di bayarkan oleh PT BKR limapuluh persen (50%), akan tetapi sampai saat ini kesempatan itu juga belum dipenuhi sama sekali sama PT BKR. Senada dengan tersebut, kontraktor asal Jawa Timur “Indra” sampai saat ini juga belum dibayarkan sama sekali sesuai perjanjian kerjanya dengan PT tersebut.


Marketing PT BKR “Anwar” selaku pembawa nama BKR di Pati saat di mintai keterangan juga merasa kebingungan karena belum ada kejelasan yang pasti dari direkturnya. Seakan akan jawaban saling lempar bola sehingga membuat resah kepada seluruh mitra yang telah tanda tangani perjanjian kesepakatannya.


PT BKR ini beralamat di Bumdes Muktiharjo Rendole Pati. Dan terlihat sudah sebulan sepekan PT BKR tutup dan tidak ada karyawan satupun yang masuk.


Mitra usaha TomiraMart tentunya bergembira apabila usaha ini bisa berjalan di kabupaten Pati, tentunya pasti akan meningkatkan roda ekonomi kerakyatan di saat-saat pandemi ini. Mitra usaha juga berharap kepada Dinas – dinas terkait yang ada di kabupaten Pati untuk memantau dengan ketat terhadap adanya PT BKR tersebut, biar tidak menjadikan resahnya mitra dan masyarakat sekitar akibat korban janji manis yang berkepanjangan. Dan agar nantinya janji yang telah disepakati PT BKR dan mitra usaha tersebut bisa terwujud sesuai harapan sehingga bisa menaikkan produk unggulan UMKM di Kabupaten Pati. (SA)