Buron Selama 15 Tahun, Mantan Direktur BKK Dukuhseti Berhasil Ditangkap Kejaksaan Negeri Pati

Pati – Kilaspersada.com, Kejaksaan Negeri Pati berhasil wenangkap buronan kasus Korupsi BPR BKK Dukuhseti yang sudah melarikan diri hampir 15 tahun keluar Jawa, buronan bernama Hendro bin Tarmudji berhasil di cokok Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kamis (08/04/21)

Perkara tahun 2004, putus PN tahun 27 April tahun 2005, putusan PT 4 Agustus 2005, putusan MA 28 Juli 2006
[8/4 16.35] Kajari pati: Putus 1 tahun penjara denda 5 juta subsidair 6 bulan kurungan tindak pidana korupsi secara berlanjut

Perkara tahun 2004 Putusan PT Pati Nomor :129/Pid.B/2004/PN.Pt tanggal 27 April 2005, Putusan Pengadilan Tinggi Jateng No :2/Akta pid/2005/PN Pt tanggal 04 Agustus 2005, Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 159k/Pid 2006 Jo Nomor 132/Pid/2005/PT smg Jo Nomor :129/Pid B/2004/PN Pt tanggal 8 Maret 2007.

Kepala Kejaksaan Negeri Pati, Mahmudi SH.MH mengatakan, Hendro menjadi buronan pada tahun 2005 silam, dalam kasus tindak pidana korupsi di BPR BKK Dukuhseti. Dengan modus mengelabuhi petugas, buronan melarikan jejak nya hampir 15 tahun.

Tim dari kejaksaan Negeri Pati saat menangkap H di kediaman istrinya

“Berdasarkan pengakuan yang bersangkutan, selama ini berada di luar Jawa, namun tidak menyebutkan keberadaanya tinggal di kota mana ”, Tutur Kajari Pati Mahmudi SH.MH

Lanjut Kajari bahwa Hendro bin Tarmunji berhasil dibekuk saat bersembunyi di Dirumah isterinya Di desa Keboromo Rt. 5 Rw 1 Kecamatan Tayu.
“saat ditangkap posisi lagi dirumah istrinya dalam rangka mudik pulang ke Pati dan Tim kami melakukan penangkapan ,” Tambah Kajari.

Dalam penangkapan tersebut, lanjut Mahmudi, pihaknya bekerja sama dengan Kejati Jateng dan Tim AMC Kejagung. Begitu mengetahui melalui lokasi keberadaan sang buronan terakhir, Pihaknya segera melakukan peringkusan kepada buronan BPR BKK Dukuhseti Hendro bin Tarmudji.

“Kami mendapat info dari tim AMC, tim jaksa agung muda intelijen, dan tim kejati Jateng. Kami mendapat share lokasi bahwa terpidana berada di kota Pati dan segera mengambil tindakan,” tegas Mahmudi.SH.MH yang baru dua bulan menjadi Kajari Pati ini.

Sebelumnya, Hendro telah melakukan tindak pidana korupsi, saat masih menjabat sebagai Direktur BPR BKK Dukuhseti. Dalam kurun tahun 1998 sampai 1999, terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi. Salah satunya dengan menyalurkan kredit tidak sesuai prosedur denga mengatasnamakan orang lain (Kredit Fiktif)

Terpidana buron kasus Korupsi BPR BKK Dukuhseti Hendro bin Tarmunji setelah dilakukan pendataan di kantor Kejaksaan Negeri Pati selanjetya selanjutnya diserahkan ke Lapas Pati.

“Atas perbuatannya itu menyebabkan BPR BKK mengalami kerugian senilai Rp207 juta,perkara yang menjerat Hendro sudah diputus Mahkamah Agung pada 2006 lalu, dengan amar putusan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan”, pungkas Mahmudi.

(Red/Her)