Cara Pembelajaran Siswa di Masa Pandemi Covid-19 Berubah, Bagaimana Kepala Sekolah melalukan Supervisi..?

Pati – Kilaspersada.com, Kepala sekolah merupakan seorang pimpinan tertinggi pada suatu satuan pendidikan yang diberi wewenang mengelola personil, dana, maupun sarana. Menurut Iskandar (2013) kepala sekolah pada hakikatnya adalah seorang perencana, organisator, pemimpin dan seorang pengendali di sebuah satuan pendidikan.

Supervisi merupakan upaya peningkatan kualitas guru secara komprehensif dan kontinu. Supervisi juga merupakan usaha menstimulasi, mengkoordinasi, membimbing secara terus menerus guru-guru di sekolah dalam mewujudkan seluruh fungsi pengajaran. Suharsimi dalam Astuti (2017) mengungkapkan bahwa supervisi memiliki tiga fungsi yaitu; Fungsi meningkatkan mutu pembelajaran, fungsi memicu unsur yang terkait dengan pembelajaran dan fungsi membina dan memimpin.
Menurut Purwanto (2000), supervisi ialah suatu aktifitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan secara efektif .

Sementara Manullang (2005) menyatakan bahwa supervisi merupakan proses untuk menerapkan pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan, menilainya dan bila perlu mengkoreksi supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula.

Supervisi merupakan usaha memberi pelayanan agar guru menjadi lebih profesional dalam menjalankan tugas melayani peserta didik
Pandemi Covid 19 belum jelas sampai kapan. Mau tak mau kepala sekolah harus mengubah strategi supervisi yang dilakukan kepada gurunya khususnya terkait supervisi akademik.

Hal ini perlu dilakukan karena pembelajaran guru tidak lagi dilakukan secara tatap muka di dalam kelas, melainkan secara daring (dalam jaringan), luring (luar jaringan) ataupun kombinasi antara keduanya (blended).


Di SD Negeri Mintorahayu 02 Kecamatan Winong Kabupaten Pati, pembelajaran jarak jauh menggunakan berbagai cara, seperti : memanfaatkan WhatsApp group (WAG), google classroom, mengkombinasikan acara televisi dengan tugas proyek, atau mengirimkan pesan singkat agar peserta didik membaca buku bacaan yang disukainya.


Semua tugas dan model pembelajaran jarak jauh tersebut dirancang agar tetap bermakna, menarik, tetapi juga tidak memberatkan peserta didik saat belajar di rumah pada masa pandemik sebagaimana amanat dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bupati, dan Kepala Dinas Pendidikan.


Perubahan dalam pembelajaran seperti digambarkan di atas, perlu diimbangi dan diikuti dengan perubahan model supervisi yang dilakukan kepala sekolah. Model yang diterapkan harus adaptif terhadap perubahan yang terjadi dalam pembelajaran seperti pola dan pendekatan, strategi dan metode, alat atau perangkat yang digunakan, pengelolaan lingkungan belajar, dan penilaian yang dilakukan.

Hal utama yang berubah dalam hal supervisi akademik terhadap pembelajaran jarak jauh adalah supervisi dilaksanakan dengan jarak jauh pula. Intinya, supervisi ini dilakukan untuk memastikan bahwa pembelajaran jarak jauh yang dilakukan guru dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan target capaian yang sudah dirumuskan.


Cara yang dilakukan di SDN Mintorahayu 02 Kecamatan Winong dalam supervisi akademik dan pendampingan akademik oleh kepala sekolah ini adalah sebagai berikut.
Diskusi harian.


Diskusi harian dewan guru setiap pagi sebelum guru melakukan pembelajaran jarak jauh agar dapat dipastikan bahwa guru mempunyai rencana yang matang dan panduan yang jelas sehingga pembelajaran jarak jauh, menarik dan menyenangkan, tetapi juga efektif dan bermakna.Diskusi harian dilakukan dengan memanfaatkan WAG karena dirasa paling mudah dan efektif.

Membantu guru
Lembar kerja peserta didik diberikan lewat grup paguyuban kelas agar peserta didik mendapatkan pendampingan dari orang tua dalam pembelajaran jarak jauh. Dalam hal ini kepala sekolah memantau agar dapat memastikan pengiriman tugas rutin setiap pagi berjalan lancar dan kemudian dapat membantu guru apabila ada pertanyaan atau masukan dari orang tua peserta didik.

Inventaris kompetensi dasar dan produk pembelajaran
Kepala sekolah dan guru bersepakat untuk membuat portofolio. Caranya, guru menginventarisasi hasil karya peserta didik dengan membuat folder kumpulan karya peserta didik perhari dan per peserta didik untuk memudahkan penilaian dan tindak lanjut pemberian bimbingan.
Inventarisasi ini juga dapat menjadi pengingat target capaian guru.

Kepala sekolah lewat WAG atau ketika piket dapat berdiskusi tentang cara penilaian yang dilakukan guru. Bagaimana yang terbaik dan kontekstual dengan peserta didik.
Kepala sekolah meminta guru menginvestarisir kompetensi dasar (KD) yang harus dibelajarkan, melihat potensi untuk digabung dengan KD lain, dan mengkombinasikan dengan pola pembelajaran jarak jauh. Tujuannya agar tidak ada materi penting dan utama yang terlewati.

Umpan balik,
Terakhir kepala sekolah memberikan masukan dan penguatan, sekaligus umpan balik di WAG paguyuban orangtua. Selain itu juga berdiskusi secara mendalam dengan guru baik melalui kelompok kecil ketika kepala sekolah dan guru bertemu saat piket (karena setiap hari guru bergilir masuk bekerja) maupun lewat WAG guru.


Bagaimanapun supervisi akademik adalah hal penting yang tetap harus dilaksanakan, tidak terkecuali pada masa pandemik civid-19 ini. Namun tidak bisa dimungkiri bahwa kondisi baru selalu membutuhkan cara baru dan pendekatan baru agar tujuan bisa tercapai.

Oleh : Eny Ismiyati, S.Pd. Kepala SDN Mintorahayu 02 Kecamatan Winong Kabupaten Pati