Tak Perlu Dipegang, Mahasiswa KKN UNDIP Asal Desa Karangkonang Kec. Winong Ciptakan Alat Cuci Tangan Injak

Pati – Kilaspersada.com, Seorang mahasiswa Fisika Universitas Diponegoro melakukan pengabdian di kampung halamannya sendiri dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN). Selasa, (11/08/29).

Hal ini dilatarbelakangi karena pada akhir tahun 2019, dunia dikejutkan dengan mewabahnya pneumonia baru yang bermula dari Wuhan, Provinsi Hubei.

Virus ini ditularkan dari manusia ke manusia dan telah menyebar secara luas di China dan lebih dari 190 negara dan teritori lainnya. Wabah ini diberi nama coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2).

Akibat adanya wabah ini kita dianjurkan oleh Pemerintah untuk lebih menjaga kebersihan, dengan cuci tangan sesering mungkin akan mengurangi resiko bakteri ataupun virus menempel pada tangan kita. Dimana tangan merupakan salah satu anggota tubuh yang sering bersentuhan langsung dengan benda.

Bahkan kita juga belum tahu benda tersebut bersih dari virus atau tidak.
Saat ini masyarakat sudah diberi kebebasan untuk melakukan aktivitas di luar rumah dengan syarat harus mematuhi protokol kesehatan. Melihat permasalahan tersebut, membuat salah satu mahasiwa yang sedang melaksanakan KKN tertarik untuk menciptakan alat cuci tangan tanpa dipegang, sebut saja namanya Wahyu Tirta Sari. Mahasiswa ini membuat alat cuci tangan tanpa dipegang.


Latar belakang pembuatan alat ini karena di beberapa tempat yang masih tinggi tingkat kunjungan dari masyarakat sudah disediakan tempat cuci tangan, namun tempat cuci tangan tersebut masih dengan memegang kran tersebut. Ada juga masyarakat yang enggan cuci tangan di tempat umum, mungkin karena mereka masih ragu akan kebersihannya. Dapat kita ketahui pula bahwa kran yang dipegang oleh banyak orang, dapat menjadikan peluang virus atau bakteri menempel pada kran tersebut.


Keunggulan tempat cuci tangan ini dibandingkan dengan tempat cuci tangan pada umumnya yaitu pengguna tidak perlu untuk memegang kran air serta kran sabun. Karena untuk pengoperasian cukup dengan menginjak pedal otomatis air atau sabun akan keluar, tergantung yang diinjak pedal air atau pedal sabun. Dengan cara seperti ini, bisa meminimalisir kemungkinan penyebaran bakteri atau virus.


Bahan untuk pembuatan alat cuci tangan injak juga dapat dengan mudah ditemukan di toko terdekat. Dimana alat cuci tangan ini saya buat dari kayu untuk tempatnya dan pipa paralon sebagai saluran air, ember untuk penampung air bekas cuci tangan, dan besi untuk saluran sabun dengan pedal. Alat cuci tangan ini saya buat dan letakkan di Balai Desa Karangkonang.


Oleh: Wahyu Tirta Sari
Editor: Muhyidin, S.Ag, M.Ag, MH