Semarang – Kilaspersada.com, Pasca penutupan Sunan Kuning (SK) beberapa bulan yg lalu sukses sudah. namun kegiatan karaoke di argorejo atau yang terkenal dengan Sunan Kuning (SK) ini, masih tetap terlihat beraktifitas seperti semula, meskipun tidak seramai dengan sebelum penutupan Sunan Kuning Oleh Pemerintah Kota Semarang.
AM. Juma’i selaku Ketua Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu ( FKSB )Kota Semarang Jawa Tengah Sangat menyayangkan atau ngeman eman kalau Pemerintah Kota Semarang kalah lagi dengan Pengusaha Sunan Kuning (SK), berarti ini kekalahan yang ke empat(4) kalinya.
Kekalahan pertama pada tahun 1985, yaitu pemindahan lokalisasi ke pudak payung gagal, kedua pada tahun 1998 Penutupan Sunan Kuning (SK) tapi malah merebak ke Simpang Lima Kota Semarang dan ke tiga pada tahun 2000 Sunan Kuning (SK) di buka Kembali, serta di 2003 di perkuat dengan ”RESOS” Serta ke empat kali ini, Hal yang sangat serius dan harus diperkuat dan mendapatkan perhatian lebih dengan penutupan Sunan Kuning tahun ini, agar pemerintah tidak dikalahkan lagi.
Tahun 2019 data yang kami punya, Ada 103 wisma karaoke plus prostitusi,30 rumah tangga biasa,15 wisma prostitusi Dan 6 tempat karaoke,dari sini kita akan terus berpartisipasi menjaga Marwah Pemkot Kota Semarang, agar tidak kalah telak menjadi Lima Kosong ( 5.0 ) oleh Pengusaha Sunan Kuning (SK).
Dalam hal ini pemkot harus tegas dan tidak main-main dalam penanganan sunan kuning. Sinergi antar dinas diharuskan ada serta jangan jalan sendiri-sendiri.
Untuk mengantipasi kembalinya Wanita Pekerja Sek (WPS) ke Kota Semarang dan dalam rangka membantu Pemerintah Kota Semarang khususnya, dalam Pelaksanaan PERDA No. 5 Tahun 2017.
Oleh sebab itu kita dengan Ormas-ormas yang ada di Kota Semarang khususnya, akan mengadakan kegiatan di argorejo dan akan turut menjadikan Kompleks Sunan Kuning menjadi kampung tematik atau peluang bisnis halal. Di Sunan Kuning ini sangat perlu di kembangkan di Kota Semarang Jawa Tengah tercinta ini, “Tandas AM. Juma’i Selaku Ketua Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB)”.
(Pur Bledeks/Red)
No comments yet.