Mahasiswa KKN UNDIP Asal Desa Karangkonang Kec. Winong Pati Ciptakan COCOPEAT Sebagai Media Tanam

Pati – Kilaspersada.com, Seorang mahasiswa Universitas Diponegoro melakukan pengabdian di kampung halamannya sendiri dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN). Hal ini dilatarbelakangi karena pada akhir tahun 2019, dunia dikejutkan dengan mewabahnya pneumonia baru yang bermula dari Wuhan, Provinsi Hubei. Virus ini ditularkan dari manusia ke manusia dan telah menyebar secara luas di China dan lebih dari 190 negara dan teritori lainnya. (22/07/20)

Wabah ini diberi nama coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Akibat adanya wabah ini diterapkannya Work From Home (WFH). Dengan penerapan WFH dari pemerintah ini membuat masyarakat bosan dengan kegiatan yang ada di rumah, dimana yang biasa bisa bertemu dengan teman, liburan dengan leluasa, sekarang hanya bisa menikmatinya di rumah.


Melihat keluhan dari masyarakat yang bosan dengan di rumah saja, membuat salah satu mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN tertarik untuk menciptakan kegiatan baru, sebut saja namanya Wahyu Tirta Sari. Mahasiswa ini menciptakan kegiatan baru untuk masyarakat yang bosan di rumah saja, dengan kegiatan bercocok tanam. Namun, disini mahasiswa tersebut akan mengajarkan tentang cara pembuatan dari media tanam yang dapat mempercepat pertumbuhan.
Salah satu bahan organik yang dapat digunakan sebagai media tanam adalah limbah sabut kelapa, olahan sabut kelapa yang digunakan sebagai media tanam disebut cocopeat.

Cocopeat merupakan salah satu media tanam yang dihasilkan dari proses penghancuran sabut kelapa, Proses penghancuran sabut dihasilkan serat atau fiber, serta serbuk halus atau cocopeat. Kelebihan cocopeat sebagai media tanam dikarenakan karakteristiknya yang mampu mengingkat dan menyimpan air dengan kuat, serta mengandung unsur-unsur hara esensial, seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), natrium (N), dan fosfor (P) (Muliawan,2009).
Melihat dari kelebihan cocopeat tersebut, maka mahasiswa tersebut melakukan sosialisasi ke masyarakat sekitar tentang cara pembuatan media tanam dari cocopeat.

Sosialisasi dilakukan dengan sistem door to door selama 3 hari pelaksanaan KKN yang tengah berjalan. Pelaksanaan sosialisasi tak lupa menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.


Oleh: Wahyu Tirta Sari
Editor: Muhyidin, S.Ag, M.Ag, MH