Kurangnya Kesadaran Warga Masyarakat Menggelar Hajatan Resepsi Disaat PPKM Digalakkan

Pati – Kilaspersada.com, Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menggelar keramaian hajatan seperti resepsi disaat pemerintah menegakkan peraturan tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM ). Rabu, (27/01).

Tim satgas covid-19 Kecamatan Jakenan saat mendatangi acara keramaian warga saat resepsi pernikahan


Disaat Pandemi dan adanya PPKM, seharusnya warga masyarakat sadar, karena pemerintah sedang bersusah payah untuk meminimalisir adanya penularan virus Covid19 dengan memberlakukam aturan PPKM. Yang semula aturan PPKM sudah berakhir 25 Januari, kini diperpanjang lagi sampai 8 Februari, dikarenakan angka kasus positif covid19 khususnya di jawa masih tinggi.


Seperti halnya saat ini dalam pantauan media, di salah satu desa di kecamatan Jakenan. Warga masyarakat sedang menggelar acara hajatan resepsi pernikahan. Terlihat juga dalam acara warga dan tamu acara sangat over melebihi batas, sehingga jaga jarakpun terabaikan dan terjadi kerumunan yang mungkin bisa menjadi mudahnya untuk penularan virus covid19.


Tim Satgas Covid19 kecamatan jakenan, juga terlihat mendatangi acara tersebut, memberi arahan dan menyampaikan ulasan dengan alat pengeras dalam upaya penegakan PPKM. Dengan cepat untuk menyingkat acara tim satgas menyampaikan biar tidak terjadi cluster atau penularan virus Covid19.


Setelah menyampaikan arahan, tim satgas covid-19, langsung meninggalkan kegiatan acara tersebut dan tidak memberi efek jera ataupun sanksi.

Tim satgas meninggalkan acara kegiatan


Masih dalam konteks jawani, atau ewoh pekewoh dalam pribahasa Jawa. Seharusnya sudah jelas dalam SE tentang PPKM bahwa tidak boleh warga masyarakat menggelar keramaian yang menimbulkan kerumunan.


Saat di konfirmasi, petugas satgas covid-19 kecamatan dari jajaran Polsek dan Koramil bahwa sebelum hari H, warga yang berniat menyelenggarakan hajatan resepsi sudah di beri arahan di balai desa setempat bersama jajaran pemerintah desa. Akan tetapi kenyataannya acara berlangsung dengan melebihi kapasitas sesuai aturan.


Kalau seperti ini masih di biarkan, bagaimana upaya pemerintah memerangi virus covid19 ini akan selesai. Kalau tidak di imbangi dengan kesadaran warga masyarakat sendiri.. ?


Apakah Surat Edaran Bupati tentang PPKM, tidak tersampaikan kemasyarakat, kok masih ada pembiaran masyarakat yang menyelenggarakan keramaian yang melebihi kapasitas aturan PPKM..??

(AS)