Jembatan Desa Penghubung Antar Kabupaten Pati dan Rembang di Desa Kedalon Sudah Bisa Dilewati

Pati – Kilaspersada.com, Jembatan di Desa Kedalon Kecamatan Batangan Kab Pati Jawa Tengah yang beberapa waktu lalu mencuat di medsos sedang mengalami kerusakan karena tembok penahan tanah disatusisi mengalami kikisan air yang berasal dari aliran diatasnya. Sabtu, (20/06)

Jembatan dengan panjang 27 meter dan lebar 2,5 meter menelan anggaran Dana Desa tahun 2019 sebesar 405 juta,dalam pengerjaan dilakukan dengan swakelola desa. Untuk tenaga kerja sebagian besar adalah masyarakat desa kedalon .

Kepala Desa Kedalon Supriyanto saat ditemui tim media dari beberapa media online di balai desa kedalon selanjutnya langsung mengantarkan ke lokasi jembatan menuturkan “dalam pengerjaan jembatan kami dari desa memang swakelola dan tenaga kerjanya juga warga desa kedalalon. Kami tetap memperdayakan sumber daya yang ada di desa kami”, tutur Kades.

Jembatan penghubung antara desa Kedalon Kecamatan Batangan Pati dan Desa Mojorembun Kecamatan Kaliori Rembang merupakan jembatan alternatif bagi masyarakat sekitarnya, dengan jembatan ini masyarakat tidak perlu memutar arah sehingga jarak tempuh lebih dekat.

Saat ini jembatan sudah bisa di manfaatkan kembali oleh warga, warga tidak perlu was was, karena pondasi jembatan masih kuat dan kokoh, tidak ada keretakan atau rusak.

“Kontruksi Jembatan tidak rusak, kemarin tembok penahan tanahnya mengalami rusak akibat tergerusnya air yang mengalir, namun mengenai kontruksi jembatan aman dan tidak membahayakan masyarakat”, tambah Kades.

Seperti yang dilansir dalam web Kedalon.id. Kedalon, dalam web tersebut menceritakan bagaimana masyarakat desa kedalon sangat senang dan berbangga hati atas dibangunnya jembatan “Jembatan penghubung antara Desa Kedalon Kecamatan Batangan Kabupaten Pati dan Desa Mojorembun Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang akhirnya sudah dapat dilalui dengan baik, masyarakat sangat senang sekali yang semula lewat jembatan kayu kalau hujan licin dan hanya dapat dilalui sepeda motor itu pun yang berani sekarang dapat menyeberang jembatan yang dapat dilalui roda empat sehingga akses ekonomi terpenuhi, dalam mengangkut hasil pertanian yang semula memutar jaraknya sekitar 10 km sekarang hanya 1 km sehingga dari segi waktu dan biaya sekarang menjadi sangat efesien sekali”.

“Dengan banyaknya masyarakat mengkritisi pemerintahan desa, kades berharap bisa berdampak positif pada pemerintahan desa. Ide gagasan dan saran selalu kami terima untuk kemajuan Desa kedalon”, Pungkasnya.

(Red_Mkg)