Gaduh, Pelantikan Perangkat Desa Bakalan Kecamatan Dukuhseti Ditunda

Pati – Kilaspersada.com, Pelantikan perangkat Desa Bakalan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati terjadi tindakan anarkis dan pengerusakan fasilitas umum. Senin (14/12/2020).

Kegaduhan terjadi bermula dari salah satu warga calon sekdes yang tidak jadi, yakni Restu Adriar Oktavian hadir di tempat acara pelantikan. Pada saat Kepala Desa membacakan surat keputusan pengangkatan perangkat desa, Saudara Oktavian langsung mengajukan intruksi di sela-sela pembacaan keputusan,Dia mengatakan bahwa pelantikan tersebut tidak sah.

“Intruksi, pelantikan tidak sah karena tidak dihadiri oleh muspika,BPD dan perangkat yang akan di lantik. Pelantikan ini juga tidak sesuai dengan peraturan Bupati, karena calon yang saat ini dilantik, rekomendasinya sudah ditolak oleh Camat Dukuhsekti”, ungkapnya.

Ada puluhan warga yang hadir dalam pelaksanaan pelantikan tersebut dan berbuat anarkis dengan memecahkan dua kaca jendela balai desa.Petugas kepolisian dan TNI yang hadir pun kemudian mengamankan pelaku pengrusakan tersebut.

Sementara Kades Bakalan Muryanto mengaku pelantikan tersebut terpaksa harus ditunda. Hanya, ia memastikan pelantikan akan tetap digelar. Apalagi, jika berpedoman dalam Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Kades mempunyai hak untuk mengangkat dan memberhentikan perangkat.

“Saya pikir, ini tidak menyalahi aturan karena dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 itu sudah jelas. Sementara pen skoran dalam hal ini tidak bisa jadi patokan,” terangnya.

Dia menilai, selama ini tidak ada aturan bahwa yang mempunyai nilai tertinggi dalam ujian perangkat desa, harus dilantik. Yang ada, pihak Camat memberikan rekomendasi untuk mempertimbangkan calon yang mempunyai nilai tertinggi itu.

“Kata pertimbangan ini kan sifatnya tidak pasti. Yang dilantik tidak harus yang mempunyai nilai tertinggi,” tegasnya.

“kalau ada pihak yang tidak setuju dengan pelantikan ini, saya mempersilahkan untuk melanjutkan permasalahan tersebut ke jalur jalur hukum yang ada,karena ini negara hukum”, imbuhnya. (Sg_Red)