Berdayakan Ekonomi Masyarakat dengan Budidaya ikan air tawar Di Masa Pendemik

Salatiga – Kilaspersada.com, Masa pandemi yang terus berkepanjangan, menyisakan banyak persoalan.Tapi di tengah suasana keprihatinan itu, seorang Brigjen Pol. Lukas Arry Dwiko Utomo berdayakan ekonomi masyarakat dengan cara budidaya ikan air tawar seperti lele, nila, kalper.

Jerih payah yang dilakukan jenderal Polisi asal Salatiga itu, membuahkan hasil menggembirakan. Setelah beberapa bulan pembibitan dilakukan, pada akhir bulan Desember 2020 berhasil memanen budidaya lele dalam jumlah besar. Karena tindakan kreatifnya itu, tatkala dilakukan panen lele banyak pejabat di Salatiga hadir untuk memberikan apresiasi.

Hadir pada kesempatan itu Walikota Salatiga Yulianto, Kapoles Salatiga, Dandim Salatiga, dan sejumlah tokoh masyarakat lain hadir secara spontan. Acara yang berlangsung sederhana, menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Di sela-sela kegiatan panen ikan di Kolam PL 80 kawasan Desa Kauman Kidul Sidorejo, Kota Salatiga, Birgjen Pol. Lukas Arry menjelaskan, bahwa dirinya terpanggil untuk berbuat sesuatu secara nyata ketika pandemi covid-19 menimbulkan keprihatinan di masyarakat.

Salah satu sektor yang terdampak adalah bidang ekonomi, maka Lukas Arry mengajak teman-teman sekolah dan masyarakat sekitarnya untuk berbuat nyata. Mencari solusi menambah penghasilan, meningkatkan kesejahteraan, dinikmati bersama.
Arry mengajak masyarakat untuk saling peduli, Agar tetap bisa eksis di tengah keprihatinan pandemi.” Ulasnya

Pada kesempatan yang sama Walikota Salatiga Yulianto, SE.MM memberikan komentar tentang pentingnya langkah pemberdayaan ekonomi masyarakat seperti ini harus terus dikembangkan dan sangat perlu dicontoh. Hal ini mengingat kawasan Salatiga tidak banyak orang yang memiliki kemampuan untuk budidaya ikan air tawar.
Lebih jauh Yulianto berpesan, di tengah pandemi berkepanjangan ini, maka ikan merupakan upaya nyata untuk meningkatkan gizi bagi daya tubuh manusia agar imunnya kuat.” Ucapnya

Pada kesempatan terpisah Kapolres Salatiga AKBP Rahmad, tidak ketinggalan memberikan apresiasi, karena dirinya turut mengawal proses kegiatan budidaya ikan di air tawar tersebut. Ia memberikan perhatian tentang pentingnya menyelamatkan lingkungan.

Rahmad menambahkan” Karena tanah yang digunakan untuk pembibitan, sejatinya kawasan tanah kosong dan terbengkelai. Rawan banjir. Ketika dikelola dan ditata dengan baik, bisa menjadi tempat yang bagus untuk kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Rahmad juga memuji tindakan masyarakat sekitar yang guyub dalam kegiatan ekonomi, untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. (Poerbledek’s)