Pati – Kilaspersada.com, Sempat mengalami turun harga saat pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskla Besar (PSBB) pertengahan April lalu, kini harga kelapa kopyor asal Kecamatan Dukuhseti, Pati kembali meroket. Hal itu tak terlepas semakin meningkatnya permintaan buah khas yang menjadi produk unggulan Pati tersebut saat Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H.
Menurut Mohlisin, penjual kelapa kopyor asal Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti harga kelapa kopyor sempat berada di titik nadir. Hal itu terjadi dua pekan sebelum masuk bulan puasa akhir April lalu. Saat itu harga kopyor berbagai ukuran harganya hanya mencapai kisaran Rp 5-10 ribu saja.
(Swa foto di agro kopyor sebelum Pandemi melanda)
“Saat itu kita memang tidak bisa kirim ke luar kota. Terutama ke Jakarta, Tangerang, Surabaya dan sejumlah kota lain. Sehingga, harganya saat itu sangat murah. Bahkan karena tidak laku, kelapa kopyor kadang kita bagi-bagi kan kepada keluarga dan tetangga,” ujarnya.
Senada, Ismail, pemilik kebun sekaligus pengelola tempat wisata agrokopyor di Desa Kenanti, kecamatan setempat juga menyebut, pandemi covid 19 sangat berimbas terhadap usaha yang digelutinya. Namun, ia tetap bersyukur anjloknya harga kopyor hanya berlangsung sesaat. Karena, memasuki Ramadhan harga kopyor berangsur naik.
“Pesanan sudah mulai banyak. Untuk ukuran kecil kisaran harga kopyor antara Rp 20-30 ribu. Ukuran sedang antara harga Rp 30-45 ribu. Sedangkan ukuran besar saat ini sudah mencapai Rp 50 ribu. Saya yakin harganya akan terus naik hingga lebaran nanti. Untuk ukuran besar yang saat ini Rp 50 ribu nanti bisa mencapai Rp 70 ribu,” rincinya.
Lanjut Ismail, pihaknya juga sudah menutup tempat wisata kopyor miliknya sejak sebulan yang lalu. Hal itu tak terlepas dari imbauan pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran covid 19. Sedangkan untuk kelapa kopyor, bulan puasa ini ia masih melayani sejumlah permintaan baik lokal ataupun luar kota.
“Kalau untuk konsumsi lokal ya sekitar sini saja dan dari Juwana. Sedangkan dari luar kota, ada yang dari Rembang. Namun terbanyak pesanan datang dari Kudus. Tidak hanya buah, pembeli yang datang sebagian ada juga yang membeli bibit kelapa kopyor,” jelasnya. (*)
No comments yet.