Breaking News
Categories
  • Agama
  • Bantuan pemerintah
  • Bencana Alam
  • Berita DPRD Kabupaten Pati
  • BERITA PEMKAB PATI
  • Bisnis
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Featured
  • Haji dan umroh
  • Halal Bihalal
  • Hari Raya
  • Hukum
  • keagamaan
  • keamanan
  • Kecelakaan
  • kematian
  • Kemerdekaan
  • Kesehatan
  • Kesenian
  • koperasi
  • kriminal
  • Kuliner
  • Lalu Lintas
  • Lintas Agama
  • Mudik
  • Musibah
  • Musim
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ormas
  • otomotif
  • Pajak
  • Pameran
  • Pariwisata
  • Pelayanan
  • Pembangunan
  • Pemerintah
  • pemerintahan
  • Pendidikan
  • PERPISAHAN
  • Pertanahan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Politik
  • Sidang Paripurna
  • Sosial
  • TNI
  • Ulang Tahun
  • Uncategorized
  • Viral
  • Pemkab Pati Optimalkan Program Pengentasan BABS

    Des 19 2019125 Dilihat

    Pati – Kilaspersada.com, Bupati Pati Haryanto bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Pati menyambut kedatangan Tim Verifikasi ODF (Open Defecation Free/Bebas dari Perilaku Buang Air Besar Sembarangan) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Ruang Pringgitan Kantor Bupati, Rabu (18/12).

    Hari ini, tim verifikasi yang diketuai Wahyu Setyaningsih tersebut akan terjun ke delapan desa/kelurahan untuk mengetahui masih ada atau tidaknya perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

    Delapan desa/kelurahan tersebut ialah Jatisari Kecamatan Jakenan, Sundoluhur Kecamatan Kayen, Kertomulyo Kecamatan Trangkil, Margorejo Kecamatan Margorejo, Jontro Kecamatan Wedarijaksa, Pekalongan Kecamatan Winong, Sekarjalak Kecamatan Margoyoso, dan Kelurahan Pati Wetan Kecamatan Pati.

    Wahyu Setyaningsih mengatakan, jika hasil verifikasi menunjukkan bahwa Pati sudah benar-benar bebas dari BABS, Pemkab Pati bisa segera melakukan deklarasi ODF.

    “Mudah-mudahan tidak ketemu sehingga bisa cepat deklarasi. Namun, kalau nanti tim verifikasi menemukan sedikit, in syaa Allah bisa dikoreksi dalam waktu maksimal 7 x 24 jam,” ucapnya.

    Wahyu menyebut, Kabupaten Pati akan menjadi kabupaten ke-19 di Jateng yang deklarasi ODF.

    Setelah Kabupaten Pati berdeklarasi, maka wilayah eks-Karesidenan Pati akan tuntas ODF, menyusul eks-Karesidenan Surakarta.

    “Sebetulnya ini agak mundur. Seharusnya ODF Provinsi tuntas 2019, tapi ternyata baru dapat 19 kabupaten. Kabupaten lain mundur, targetnya tahun depan 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah sudah deklarasi ODF,” katanya.

    Menurut Wahyu, penuntasan program ODF memang berat. Sebab, mengubah perilaku masyarakat memang sulit.

    “Apalagi di daerah yang punya banyak pantai, sungai, gunung, dan hutan. Ini tempat-tempat godaan untuk BABS,” katanya.

    Namun demikian, bukan berarti langkah yang dilakukan akan surut. Sebab, ia menegaskan, ODF akan memutus matarantai penyakit yang cukup banyak.

    “Nanti dalam waktu 2-3 tahun ke depan, insya Allah angka diare, hepatitis, kemudian tifoid akan turun,” ujarnya optimis.

    Setelah seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah tuntas mendeklarasikan ODF pada 2020, lanjut Wahyu, pihaknya akan mendorong kabupaten/kota untuk ikut verifikasi kota/kabupaten sehat.

    “2021 Jawa Tengah deklarasi Provinsi Sehat, cita-citanya seperti itu,” ucapnya.

    Sementara, Bupati Pati Haryanto mengatakan, meski deklarasi ODF Kabupaten Pati agak lambat dibanding beberapa daerah lain, bukan berarti Pemkab tidak peduli.

    Selama ini pihaknya sudah mengerahkan segala upaya untuk memberantas BABS, melibatkan organisasi masyarakat, dinas terkait, Puskesmas, TNI-Polri, dan bahkan juga CSR dari swasta.

    Namun, menurutnya memang tidak mudah mengubah perilaku BABS, utamanya di sebagian masyarakat yang tinggal di dekat sungai.

    “Namun, sekarang, masing-masing kecamatan juga sudah deklarasi bebas ODF. Langkah-langkah kami ambil supaya benar-benar free, zero, kosong perilaku BABS. Sehingga verifikasi ini meyakinkan, bahwa sebelum deklarasi, pengentasan BABS benar-benar sudah dilaksanakan dengan baik,” ungkapnya.

    Seandainya nanti tim verifikasi masih menemukan perilaku BABS, Haryanto menegaskan, ia akan menugaskan dokter puskesmas setempat untuk segera menindaklanjutinya saat itu juga.

    “Tidak boleh pulang sebelum ditindaklanjuti. Kalau kepala puskesmas tidak sanggup, ya dicarikan ganti saja. Kalau tidak begitu tidak selesai-selesai,” pungkasnya.

    (Hms/As)

    Share to

    Related News

    Pemerintah Daerah Berkomitmen Perkuat St...

    by Nov 07 2025

    PATI, Kilaspesada.com — Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten ...

    Prodia Resmikan Laboratorium Klinik Prat...

    by Des 12 2024

    Prodia Resmikan Laboratorium Klinik Pratama di Pati PATI – KILAS PERSADA.COM PT Prodia Widyahu...

    Pj Bupati: Soroti Perlunya Regenerasi Ka...

    by Des 11 2024

    Pati – Kilaspersada.com, Pj Bupati Pati, Sujarwanto Dwiatmoko menghadiri Jambore Kader Kesehat...

    Lapas Pati Gandeng BPJS dan Puskesmas Be...

    by Mar 28 2024

    Kilaspersada.com Pati– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati terus menunjukkan komitmennya...

    Henggar Apresiasi Edukasi Sikat Gigi Pad...

    by Sep 14 2022

    Kilaspersada.com Pati- Ratusan pelajar di Sekolah Islam Al-Azhar Pati menyikat gigi secara serentak,...

    PJ Bupati Support Petugas Tingkatkan Cap...

    by Sep 12 2022

    Kilaspersada.com Pati- Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro melaksanakan kegiatan apel pagi sekaligus...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    REKOMENDASI CATERING, AQIQOH DAN KAMBING GULING DI PATI

    back to top