Breaking News
Categories
  • Agama
  • Bantuan pemerintah
  • Bencana Alam
  • Berita DPRD Kabupaten Pati
  • BERITA PEMKAB PATI
  • Bisnis
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Featured
  • Haji dan umroh
  • Halal Bihalal
  • Hari Raya
  • Hukum
  • keagamaan
  • keamanan
  • Kecelakaan
  • kematian
  • Kemerdekaan
  • Kesehatan
  • Kesenian
  • koperasi
  • kriminal
  • Kuliner
  • Lalu Lintas
  • Lintas Agama
  • Mudik
  • Musibah
  • Musim
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ormas
  • otomotif
  • Pajak
  • Pameran
  • Pariwisata
  • Pelayanan
  • Pembangunan
  • Pemerintah
  • pemerintahan
  • Pendidikan
  • PERPISAHAN
  • Pertanahan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Politik
  • Sidang Paripurna
  • Sosial
  • TNI
  • Ulang Tahun
  • Uncategorized
  • Viral
  • Bupati : Masyarakat Butuh Pemahaman Tentang Ekonomi Syari’ah

    Agu 31 2019131 Dilihat

    Pati – Kilaspersada.com, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pati menyelenggarakan Halaqoh Ekonomi Syari’ah di Ruang Penjawi Setda Pati, Sabtu (31/8).

    Acara yang dibuka oleh Bupati Pati Haryanto ini menghadirkan dua pembicara utama, yakni Direktur PBMT (Perhimpunan Baitul Maal wat Tamwil) Muhammad Ridwan dan Wakil Ketua Umum MUI Jawa Tengah KH Ahmad Rofiq.

    Bupati Pati Haryanto dalam sambutannya mengatakan, meski tema halaqoh ini sudah cukup lama jadi perbincangan masyarakat, namun pihaknya terap menilai kegiatan ini merupakan prakarsa yang baik dari MUI Pati.

    “Sebab mungkin ada yang belum memahami secara detail. Maka, semoga acara ini memberi pemahaman pada kita, khususnya umat muslim. Sebab, hal ini seringkali yang menjadi perdebatan. Sebab di dalamnya terdapat pembahasan penting mengenai riba, yang haram, atau larangan-larangan lainnya” ujarnya.

    Menurut Haryanto, pemahaman mengenai ekonomi syariah merupakan bagian dari tuntutan zaman, terutama di Indonesia, di mana masyarakatnya semakin concern terhadap syariah Islam. Hal ini, antara lain bisa dilihat dari maraknya pelayanan bernuansa syariah.

    “Tidak hanya lembaga keuangan syariah. Bermunculan juga hotel syariah, salon syariah, dan lain-lain” ungkapnya.

    Bagaimanapun, lanjut Haryanto, pihaknya menyambut baik prakarsa MUI Pati dalam hal ini. Apalagi, menurutnya, hal ini memang merupakan tugas dari pihak yang berilmu untuk memberi pemahaman kepada khalayak.

    “Apalagi, kalau dihubungkan dengan visi dan misi saya dalam RPJMD 2017-2022, di situ ada penajaman dalam penanganan UMKM yang menjadi salah satu program prioritas kami. Hal ini tentu terkait dengan tema halaqoh ini”, jelasnya.

    Sementara itu, Ketua MUI Pati KH Abdul Mujib Sholeh mengatakan, meski kegiatan halaqoh ekonomi syariah semacam ini sudah kerap dilaksanakan sejak dulu, pihaknya tetap merasa perlu mengadakannya di Pati. Sebab, menurutnya, masih banyak di antara umat Islam, bahkan juga kalangan santri, yang belum benar-benar memahami hakikat ekonomi syariah.

    Sebenarnya, lanjut KH Abdul Mujib Sholeh, dirinya merasa bersyukur dengan menjamurnya lembaga keuangan syariah di Indonesia.

    “Terus terang, saya sebagai seorang muslim merasa bersyukur bahwa negara kita, walaupun bukan negara yang berdasarkan agama, namun ternyata mengesahkan adanya bank syariah. Inilah yang perlu kita syukuri. Berdiri bank-bank syariah di daerah-daerah, baik swasta maupun milik pemerintah. Kemudian disusul dengan adanya BMT-BMT yang ibarat jamur di musim hujan”.

    Namun, yang ia sayangkan, pada praktiknya, masih ada beberapa lembaga keuangan berlabel syariah yang masih menjalankan sistem perbankan konvensional. Hal ini merupakan keprihatinan pribadinya.

    Menceritakan pengalaman pribadinya, KH Abdul Mujib Sholeh mengatakan, dirinya pernah mendatangi sebuah BMT yang tergolong besar. Ia bermaksud menabungkan uang anaknya.

    “Namun, saya cermati sistemnya, ternyata sama dengan konvensional. Maka saya minta dia menyampaikan ke atasannya bahwa ini menyalahi syariah” ujarnya.

    Di lain hari, lanjutnya, ada pula bank swasta yang memakai simbol syariah berkunjung ke rumahnya dan menawari pinjaman. Namun, menurutnya, sistem yang dipakai ternyata juga tidak berbeda dari bank konvensional.

    “Atas keprihatinan ini, saya sebagai yang dituakan di MUI Kabupaten Pati merasa perlu mengadakan halaqoh ini”.

    Adapun peserta kegiatan ini antara lain perwakilan Ormas, Pondok Pesantren, dan lembaga keuangan syariah di Kabupaten Pati. (Hms/As)

    Share to

    Related News

    Syndicate 90’s : kenaikan PBB-P2 2...

    by Mei 21 2025

    Syndicate 90’s : kenaikan PBB-P2 250% bukti Sudewo minim pengalaman. Pati – Kilaspersada...

    Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di...

    by Mar 08 2025

    Pati – Kilaspersada.com, Pemerintah pusat menetapkan kebijakan strategis untuk memperkuat ekon...

    Pertengahan Ramadhan, Pj Bupati Pantau H...

    by Apr 07 2023

    Pati – Kilaspersada.com, Mendekati Idulfitri 2023 / 1444 H, Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggor...

    Henggar Kunjungi Pasar Murah di Desa Nga...

    by Jan 31 2023

    Pati – Kilaspersada.com, Penjabat Bupati Pati Henggar Budi Anggoro bersama Ketua Tim Penggerak...

    Pj Bupati Pati Dukung dan Apresiasi Remb...

    by Jan 07 2023

    Pati – Kilaspersada.com, Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro menghadiri kegiatan Rembuk Nelaya...

    Kukuhkan PAW Pengurus Dekranasda, Pj Bup...

    by Des 14 2022

    Pati – Kilaspersada.com, Bertempat di Plaza Pragola Pati, Senin (12/12), Pj Bupati Pati Hengga...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    REKOMENDASI CATERING, AQIQOH DAN KAMBING GULING DI PATI

    back to top