Pati – Kilaspersada.com, Alumni SMAN 1 Pati Angkatan 1993 berkolaborasi dengan Alumni Ikatan Keluarga Mahasiswa Pati di Bandung dan elemen masyarakat lainnya telah mendonasikan sekitar 650-an Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju Hazmat kepada tim medis di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.
Perwakilan Alumni SMA 1 Pati 93 Serahkan APD Kepada Tim Medis
Kolaborasi tersebut juga dilakukan bersama Mohammad Hatta Center, Alumni Beasiswa Indonesia Bright, Alumni SD Tlogowungu 1 Pati dan donatur individu lainnya, dengan maksud membantu tim medis dalam masa pandemi COVID-19 (Corona Virus Disease-19) atau korona, karena tim medis berisiko sangat tinggi terkena virus korona jika tidak dilengkapi APD yang memadai.
Adapun tim medis yang telah dibantu ada di 22 lokasi yakni 3 RS di Pati, 1 RS di Semarang, 1 RS di Kebumen, 13 Puskesmas di Pati yang banyak perantaunya, 1 Puskesmas di Cilacap, 1 RS di Lumajang Jawa Timur, 1 Puskesmas di Tuban Jawa Timur dan 1 Puskesmas di Indramayu Jawa Barat.
“Sejak akhir maret 2020, Kami mencoba dengan kemampuan yang kami punya untuk segera membantu rekan-rekan tim medis pada masa pandemi korona ini karena memang hasil pengecekan kami di lapangan mereka sangat membutuhkan bantuan APD,” terang Moch Nunung Kurniawan, Koordinator Tim Gerak Cepat Alumni Pati kepada media. jumat, (01/05/2020).
“Donasi ini makin relevan karena kami melihat kecenderungan bahwa corona virus ini bergerak cepat dari Jakarta menuju daerah, namun tidak terlalu terdeteksi dan ada prediksi puncaknya adalah liburan Lebaran akhir Mei.”
“Namun apapun itu, kolaborasi ini juga menunjukkan bahwa gotong royong masih merupakan nilai utama dalam masyarakat kita,” ungkap Nunung.
Teknis kolaborasi tidak lah rumit, yakni :
(1) cukup 3 inisiator melalui chat untuk menggerakkan kolaborasi.
(2) sumbangan APD harus langsung ke tim medis.
(3) APD yang dibeli telah lulus uji APD (Baju Hazmat) minimal dari Balai Tekstil bekerjasama dengan BNPB.
(4) penyerahan APD cukup dikirimkan via kurir tanpa kehadiran pemberi donasi untuk mengeliminasi kemungkinan terpapar korona.
(5) penerima bantuan berselfie bersama bantuan.
(6) Eksekusi bantuan harus cepat karena virus korona juga bergerak sangat cepat.
“Donasi kami kumpulkan dalam waktu 2-3 hari, lalu kita beli APD ke penjual. Penjual APD langsung kirim ke tim medis yang membutuhkan. Maksimal dalam waktu 1 minggu APD sudah sampai ke tim medis, bahkan ada yang lebih cepat yaitu 3 hari sampai,” jelas Nunung.
Moch Nunung berharap agar gerakan yang sifatnya kolaboratif atau gotong royong seperti ini perlu terus didorong dan diangkat ke publik, tidak hanya dalam hal APD, tapi juga bantuan sosial lain kepada yang terdampak kebijakan terkait korona ini, “Agar gerakannya menyebar dengan cepat,” pungkas Nunung.
No comments yet.