Breaking News
Categories
  • Agama
  • Bantuan pemerintah
  • Bencana Alam
  • Berita DPRD Kabupaten Pati
  • BERITA PEMKAB PATI
  • Bisnis
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Featured
  • Haji dan umroh
  • Halal Bihalal
  • Hari Raya
  • Hukum
  • keagamaan
  • keamanan
  • Kecelakaan
  • kematian
  • Kemerdekaan
  • Kesehatan
  • Kesenian
  • koperasi
  • kriminal
  • Kuliner
  • Lalu Lintas
  • Lintas Agama
  • Mudik
  • Musibah
  • Musim
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ormas
  • otomotif
  • Pajak
  • Pameran
  • Pariwisata
  • Pelayanan
  • Pembangunan
  • Pemerintah
  • pemerintahan
  • Pendidikan
  • PERPISAHAN
  • Pertanahan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Politik
  • Sidang Paripurna
  • Sosial
  • TNI
  • Ulang Tahun
  • Uncategorized
  • Viral
  • Kisah Singkat Sejarah Pertempuran Kemerdekaan di Pati

    Agu 17 2019196 Dilihat

    Pati – Kilaspersada.com, Bupati Pati Haryanto mengaku terharu setiap kali mendengar momen sejarah tentang pertempuran mempertahankan kemerdekaan yang terjadi di Pati, yang dibacakan dalam rangkaian prosesi taptu menjelang HUT Ke-74 Republik Indonesia di depan Gedung Juang Pati, Jumat (16/8).

    Ia pun menyadari bahwa perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan tidaklah mudah.

    “Kirab taptu malam ini juga diselenggarakan dalam rangka mengingatkan kita akan sejarah perjuangan para pahlawan. Bahwa perjuangan merebut kemerdekaan Republik Indonesia tidaklah mudah. Di sini kita hanya bisa introspeksi dan meneteskan air mata. Karena beliau (para pejuang-red) tidak bisa menikmati (kemerdekaan-red). Yang bisa menikmati adalah kita,” ungkap Haryanto di hadapan masyarakat yang menyaksikan prosesi taptu.

    Sejarah singkat yang dimaksudkan Bupati dibacakan oleh Wakil Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Pati, Kapten Purnawirawan Untung Joko Suratno.

    Untung menyebut, peperangan yang terjadi di Pati tidak bisa dilepaskan dari peristiwa pertempuran lima hari di Semarang, 15-19 Oktober 1945.

    “Oktober 1945, setelah Jepang menyerah (kepada Sekutu-red), di Semarang (tentara-red) Jepang tidak mau menyerahkan senjatanya. Tiap malam (tentara-red) Jepang berkeliaran sampai tanggal 14 Oktober 1945 pukul 1 malam,” jelasnya.

    Ketika itu, lanjutnya, para pejuang juga harus menghadapi Belanda, dengan membonceng tentara Inggris, tentara Belanda hendak merebut kembali kemerdekaan Indonesia yang telah
    diproklamasikan.

    Perjuangan melawan Belanda pun, menurut Untung, berlanjut hingga peristiwa pemberontakan PKI di Madiun pada 1948.

    “Pada tanggal 28 Desember 1948, setelah PKI dibubarkan oleh tentara Siliwangi dan Jawa-Bali, 5 orang gugur. Dua orang dari anggota PPI dan tiga orang anggota Masyumi. Keesokan harinya, 29 Desember 1948, di Pos Widorokandang, Saudara Gunawan dari anggota brigade mobil tertembak di rumahnya,” tambahnya.

    Melanjutkan ceritanya, Untung mengatakan, pada tanggal 11, 12, dan 13 Juni 1949 terjadi pertempuran antara tentara Belanda dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Pucakwangi.

    “Esok harinya, di Kletek dan Sundoluhur, 21 tentara Belanda dihadang dan ditembak mati. Selanjutnya, sebagian tentara kita di bawah pimpinan penghadangan saudara Irmar Woto bertempur dengan pesawat Cocor merah
    di stasiun kereta api Pati. Sebagian lainnya (bertempur) di Patiayam. Saudara Ali Ahmadi gugur di Trowelo Kecamatan Gembong dalam pertempuran ini”, pungkasnya. (Hms/As)

    Share to

    Related News

    Menyambut HUT RI ke-78 Kodim 0718/Pati A...

    by Agu 15 2023

    Kilaspersada.com Pati- Dalam rangka memperingati hari ulang tahun HUT RI KE 78 Kodim 0718/Pati, bers...

    Detik-detik Proklamasi di Alugoro Berjal...

    by Agu 19 2019

    Pati – Kilaspersada.com, Upacara Detik- detik Proklamasi tingkat Kabupaten Pati, Sabtu (17/8),...

    Hadiri Acara Remisi, Bupati Tak Sepakat ...

    by Agu 18 2019

    Pati – Kilaspersada.com, Usai pelaksanaan upacara 17 Agustus di Lapangan Kompi C Alugoro, Bupa...

    Meriahkan Hari Kemerdekaan, Karang Tarun...

    by Agu 17 2019

    Pati – Kilaspersada.com, Dalam rangka menyambut Hari Jadi Pati dan HUT RI, Karang Taruna Kabup...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    REKOMENDASI CATERING, AQIQOH DAN KAMBING GULING DI PATI

    back to top