Bumdesma dan PT Risquna Dewakarasa Angkat Bicara Terkait Cacatnya Kemasan Olahan Ikan Bandeng Yang Dibagikan Masyarakat Pati

Pati – Kilaspersada.com, Dengan beredarnya kabar di medsos dan keresahan masyarakat atas keluarga penerima manfaat (KPM) dari bantuan sosial non tunai (BSNT) Provinsi berupa olahan bandeng yang di kemas seperti sarden kaleng yang cacat produksi yang dibagikan di beberapa kecamatan yang ada di Pati. Rabu, (26/08/20).

Reza saat mencoba dan mencicipi olahan ikan bandeng di depan para awak media


Keresahan masyarakat tersebut menanyakan tentang olahan tersebut yang tidak seperti halnya sarden yang lain di toko – toko yang diperjualbelikan. Ada pula yang resah tentang rubrik produksi tersebut cacat karena kode produksi dan kode kadaluarsa di tulis dengan bolpen.


Dengan adanya keresahan tersebut, Dalam hal ini, Bumdesma selaku pihak pengadaan barang yang MOU dengan PT Risquna Dewakarasa Jogja saat dikonfirmasi terkait keresahan masyarakat tersebut menyampaikan permintaan maaf atas terjadinya margin eror produksi, Atau adanya kemasan produksi yang cacat.


Reza Adiswasono selaku penanggung jawab dari Bumdesma Pati mengakui, dengan adanya margin eror produksi tersebut. Reza memohon maaf atas adanya kemasan olahan ikan yang cacat dan terlanjur di bagikan masyarakat. Akan tetapi semuanya yang eror produksi tersebut sudah ditarik untuk di tukar. Semua ini merupakan evaluasi bagi kami, untuk kedepan akan memperbaiki lagi terkait kemasan produksi tersebut, ungkap Reza.


Reza juga menyampaikan semangatnya ingin memperkenalkan produk lokal Bumdes, akan tetapi karena Bumdes belum punya tempat produksi, sehingga bumdesma MOU dengan PT Risquna Dewakarasa untuk mengemas olahan ikan bandeng khas lokal Pati tersebut, tandas Reza.


Subur Prabowo dan BA. Marwoto Totok selaku Manager Marketing PT Risquna Dewakarasa Jogja juga menyampaikan permintaan maaf karena kemasan olahan ikan bandeng tersebut terdapat margin eror. Margin eror juga sangat kecil tidak ada satu persen, ungkap subur dan totok.


Sebanyak 24.000 an kemasan ada 900 an kemasan yang kode produksi dan kadaluarsa di tulis tangan, semua itu karena deadline atau kejar tayang, ungkap Totok.

Sampai saat ini sudah terproduksi kemasan sekitar 18.000 an dan hanya ada puluhan biji kemasan yang mengalami margin eror produksi.


PT tersebut sudah berlisensi, sudah terdaftar kehalalan dari MUI, dan terdaftar di regester BPOM, sehingga aman untuk di konsumsi, tegas Manager PT Risquna Dewakarasa.

Memang saya akui untuk olahan ikan bandeng tersebut biar bisa maximal hasilnya untuk di distribusikan harus di karantina minimal tuju hari dulu, karena deadline atau kejar tayang sehingga kemarin baru karantina empat hari kita sudah lakukan pengiriman. Kami minta ma’af, ini juga evaluasi bagi kami untuk kerjasama dengan bumdesma. Kedepan kemasan olahan ikan bandeng tersebut akan kami perbaiki lagi. Kami tegaskan, Itu bukan Sarden, akan tetapi itu kemasan olahan ikan bandeng yang dikemas seperti sarden, tutup Totok


Dengan adanya klarifikasi dari pihak terkait tersebut, semoga bisa meredam kegaduhan yang ada di masyarakat kabupaten Pati. Karena sudah jelas, Olahan ikan bandeng kemasan tersebut aman untuk di konsumsi dan sudah berlisensi halal MUI dan terdaftar di BPOM.

Setelah klarifisaki, pihak bumdesma dan pihak terkait serta petugas yang hadir melakukan sample untuk membuka kemasan olahan ikan bandeng tersebut lalu mencoba dan memakan langsung, hasil dan rasa yang dirasakan enak dan tidak mengecewakan.

(AS)